Penggunaan metode sains untuk memahami sifat-sifat makanan mulai dipertimbangkan manfaatnya pada abad 18 (1783) oleh Lavoisier dan setengah abad kemudian oleh Brillat-Savarin pada tulisannya yang berjudul "Physiology of Taste" (1852). Ilmuwan lain yang menekankan hubungan antara gastronomi dan sains adalah Nicholas Kurti, fisikawan temperatur rendah dari Universitas Oxford, Inggris. Pada tahun 1969, Kurti mengadakan presentasi berjudul "The Physicist in the Kitchen" yang direkam oleh BBC.
Kemudian pada tahun 1992 diadakan simposium pertama mengenai ilmu
gastronomi yang diberi judul "physical and molecular gastronomy" di
Erice, Italia, dengan keterlibatan Elisabeth Thomas, Nicholas Kurti, Hervé This, dan Harold McGee. Simposium ini dimaksudkan untuk menyatukan para ilmuwan dan koki dan diadakan tiap dua tahun sekali hingga tahun 2005.
MANFAAT
Cara memasak secara tradisional belum tentu memilki jaminan kesehatan atau cara pembuatan yang rasional.
Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan gastronomi molekuler sehingga
pengetahuan akan pembuatan makanan tradisional tersebut dapat dipelajari
dan dikembangkan menjadi lebih sehat ataupun menarik.
Bagi para koki atau juru masak, pengetahuan akan gastronomi molekuler
membuat mereka dapat mengeksplorasi lebih jauh dunia kuliner secara
ilmiah yang nantinya dapat diterapkan salah satunya sebagai seni memasak
molekuler.
Akibatnya teknologi ataupun hidangan baru yang menarik dapat tercipta.
Sementara bagi para konsumen diharapkan mendapat kejutan dan kepuasan
akan makanan yang sehat, lezat, dan menarik .
SENI MEMASAK MOLEKULER
![]() |
| Es krim dari nitrogen cair |
![]() |
| Pasta dari ravioli dan kaviar yang dilapisi membran alginat dicampur dengan cantaloupe dan mangga |
SUMBER:http://id.wikipedia.org/wiki/Gastronomi_molekuler


Tidak ada komentar:
Posting Komentar